Gue bersyukur banget saat di tahun 2020, para financial planner ,mulai rajin bikin konten dan jelasin apa itu reksadana, rasanya langsung membuka mata dan wawasan. Dan sejak saat Itu, gue sudah ngajarin temen-temen di sekitar gue tentang reksadana, dan mereka semua akhirnya mulai menggunakan reksadana sebagai alternatif Instrumen investasi mereka.
Apa aja yang perlu kamu tau sebelum membuka reksadana ? Yuk, kita bahas disini.
Menurut google, definisi dari reksadana adalah wadah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang kemudian akan dikelola oleh manager investasi. Reksadana merupakan instrumen investasi alternatif buat masyarakat yang tidak punya waktu dan keahlian untuk investasi - cocok banget kan buat para pemula yang mau investasi dengan aman.
Berdasarkan tulisan diatas, reksadana dikelola oleh manager investasi, manager investasi Itu apa sih? Jadi manager investasi adalah sebuah perusahaan yang membuat produk reksadana, mereka akan tentukan uang yang masuk ke produk reksadana dan akan di investasikan kemana saja dan dalam bentuk apa saja.
Nah untuk lebih mempermudah, penjelasan sederhananya kira-kira seperti ini :
Bibit / bareksa / Ajaib = platform untuk membeli reksadana. Seperti e-commercenya
Trimegah / Sucorinvest / Capital Asset Management = perusahaan yang mengeluarkan produk reksadana. Merekalah si manager investasi
Trimegah pasar uang / Capital Fixed Income Fund = produk reksadana yang mereka keluarkan
Sampai Sini paham dulu yah. Jadi ga usah bingung mau beli reksadana dimana, bahkan bank seperti Mandiri atau CIMB Niaga juga sudah mengeluarkan fitur untuk membeli reksadana didalam aplikasi mobile banking mereka.
Nah produk reksadana sendiri ada 3 :
1. Reksadana Pasar Uang
2. Reksadana Pendapatan Tetap
3. Reksadana Saham
Masing-masing memiliki faktor resiko dan imbal hasil yang berbeda-beda, yang pada akhirnya harus disesuaikan dengan profile karakter kamu sendiri. Kita coba bahas satu-satu yah...
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana Pasar Uang (RDPU) adalah reksadana yang seluruh dana investasinya ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti surat berharga dengan masa Jatuh tempo kurang dari 1 tahun (contoh : deposito, sertifikat deposito atau sertifikat Bank Indonesia).
RDPU bertujuan untuk menjaga likuiditas dana modal, sehingga tidak untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan dalam jangka waktu pendek. RDPU memiliki profil resiko yang cenderung rendah, sehingga cocok untuk investor yang memiliki profile resiko konservatif atau moderate.
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) adalah jenks reksadana yang menginvestasikan sebagian besar reksadana ke instrumen hutang seperti obligasi dan sukuk. RDPT juga dikenal sebagai fixed income fund.
Tujuan RDPT adalah untuk menghasilkan tikat pengembalian yang stabil. RDPT memiliki profile resiko yang lebih tinggi dari RDPU tapi lebih rendah dari reksadana saham. Cocok buat kamu yang mau berinvestasi dalam jangka waktu 1-3tahun.
3. Reksadana Saham
Reksadana Saham adalah jenis rekadana yang menempatkan 80% portfolionya dalam bentuk saham.
Karena saham bersifat fluktuatif, maka reksadana saham memiliki profile resiko paling tinggi diantara reksadana lainnya. Namun, ia juga memiliki imbal hasil yang paling besar diantara reksadana yang lain.
Reksadana Saham cocok untuk kamu yang masih bingung mau beli saham apa, namun memiliki profile yang agresif dan ingin memperoleh keuntungan besar. Keuntungan lain dari reksadana saham adalah faktor diversifikasi, dimana manager investasi akan menaruh beragam saham di dalam satu portfolio sehingga memperkecil kemungkinan rugi dari satu saham.
Gimana? Masih bingung atau udah mau langsung gass nih? Buat yang masih bingung aku saranin join group WA dari kak Tari. Nanti kak Tari bakal ajarin kalian lebih detail lagi terkait reksadana, klik link di sini yah.
Komentar
Posting Komentar